Pengurus OSIS SMK Negeri 1 Nunukan turut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi bertajuk "Cegah Pernikahan Dini, Lindungi Masa Depan Anak" yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Nunukan Barat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Nunukan Barat mulai pukul 08.30 Wita hingga selesai.
Dua siswi kelas XI ATPH yang mewakili sekolah dalam kegiatan tersebut adalah Shalsa Fitri dan Nur Fadillah Putri, dengan didampingi oleh Pembina OSIS, Herison, S.Pd.
Menghadirkan Narasumber Kompeten
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Kepala KUA Kecamatan Nunukan dan Kepala Puskesmas Nunukan, dr. Ika. Kedua narasumber memberikan pemaparan mengenai bahaya dan dampak pernikahan dini, baik dari sisi keagamaan maupun kesehatan, guna membekali generasi muda dengan pemahaman yang lebih baik untuk melindungi masa depan anak-anak Indonesia.
Dihadiri Berbagai Unsur Masyarakat
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, di antaranya:
- Lurah Nunukan Barat
- Ketua TP PKK Kelurahan Nunukan Barat
- Para Ketua RT di lingkungan Kelurahan Nunukan Barat
- Ketua TP PKK Kecamatan Nunukan beserta pengurus
- Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Nunukan
- Perwakilan OSIS sekolah di lingkungan Kelurahan Nunukan Barat
Prestasi Membanggakan dari SMKN 1 Nunukan
Shalsa Fitri dan Nur Fadillah Putri terpilih sebagai dua penanya terbaik dalam sesi tanya jawab, dan membawa pulang hadiah menarik dari panitia penyelenggara.
Kabar membanggakan datang dari sesi tanya jawab dalam kegiatan tersebut. Atas keaktifan dan kualitas pertanyaan yang mereka ajukan, kedua siswi ini berhasil menarik perhatian panitia dan narasumber. Prestasi ini menjadi bukti nyata antusiasme dan kepedulian siswa SMK Negeri 1 Nunukan terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitar, khususnya dalam upaya pencegahan pernikahan dini demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen SMK Negeri 1 Nunukan dalam mendukung program-program pemerintah daerah untuk kesejahteraan dan perlindungan anak, sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli terhadap isu-isu sosial di masyarakat.